Italia gagal melindungi keunggulan dua golnya saat Setan Merah bangkit dari ketertinggalan untuk mengamankan hasil imbang 2-2 dalam pertandingan Liga Bangsa-Bangsa UEFA.
Azzurri sebelumnya memimpin dengan nyaman 2-0 lewat gol Andrea Cambiaso dan Mateo Retegui, tetapi kemudian disamakan oleh tim tamu setelah kartu merah Lorenzo Pellegrini mengubah segalanya dalam hasil imbang 2-2 yang diperoleh dengan susah payah.
Azzurri memasuki pertandingan tersebut sebagai pemimpin grup Liga Bangsa-Bangsa mereka setelah menang tandang atas Prancis dan Israel.
Saat bentrokan melawan Prancis, Italia kebobolan pada menit pembukaan di Paris, tetapi kali ini mereka langsung unggul.
Federico Dimarco di sisi kiri menyelesaikan umpan silang dengan Mateo Retegui dan mengumpankannya kepada Andrea Cambiaso di kotak penalti. Koen Casteels menangkis upaya pertama, tetapi bola pantulnya ditepis melewati garis gawang untuk gol perdana pemain sayap Juventus itu bagi Italia.
Tuan rumah memiliki peluang untuk menggandakan keunggulan mereka beberapa saat kemudian. Davide Frattesi berperan penting kali ini saat ia berlari mengejar umpan panjang Alessandro Bastoni dan menariknya kembali dari garis gawang dengan umpan silang, tetapi Arthur Theate berhasil menepisnya.
Setelah percobaan Jeremy Doku dibelokkan menjadi tendangan sudut, Italia akhirnya menggandakan keunggulan mereka dengan gol yang dikerjakan dengan sangat indah.
Pergerakan itu dimulai dari belakang, namun yang menjadi sorotan adalah umpan silang lapangan pertama Dimarco kepada Cambiaso di sisi kanan, yang menerobos masuk, dan tendangan rendah kaki kirinya ditepis dengan satu tangan oleh Casteels ke jalur Retegui untuk mengubah kedudukan menjadi dua.
Frattesi memiliki peluang untuk menambah keunggulan, tetapi sundulannya setelah menerima umpan silang Dimarco melebar.
Pertandingan berubah ketika Lorenzo Pellegrini dikeluarkan setelah melakukan tekel geser dan mengenai pergelangan kaki mantan bek Bologna, Theate. Ia diberi kartu kuning, yang kemudian diubah menjadi kartu merah setelah Tinjauan VAR di Lapangan.
Italia sempat menyamakan kedudukan saat Belgia mencetak gol melalui tendangan bebas yang diberikan, yang kemudian diteruskan kepada Maxim De Cuyper yang melepaskan tendangan melengkung dengan kaki kirinya ke sudut bawah jauh dari tepi area penalti.
Italia tidak berhenti menyerang, karena peluang datang tepat setelah babak kedua dimulai. Frattesi mendapat kesempatan untuk mengembalikan keunggulan dua gol Italia ketika ia melepaskan tembakan setelah mengendalikan bola panjang Alessandro Bastoni alih-alih mengopernya ke Retegui.
Saat Italia terus menghadapi tekanan luar biasa, mereka kebobolan gol kedua ketika Faes menyundul umpan sudut kepada Leandro Trossard yang bergerak cepat dan menyundulnya ke tiang dekat.
Bastoni harus menghentikan Openda agar Setan Merah unggul saat bek Inter Milan itu menerjang. Wasit memutuskan tendangan sudut, dan VAR menyetujuinya, setelah mereka memeriksanya secara diam-diam.
Mereka terus mencari gol kemenangan saat Openda menepis tendangan De Cuyper dari sasaran, sedangkan sundulan Donnarumma mengarah ke arah lain, sedangkan tendangan Dodi Lukebakio melambung.
Manchester United akan semakin dekat untuk menunjuk legenda klub Michael Carrick sebagai manajer tetap mereka… Baca Selengkapnya
Kenan Yildiz mengatakan bahwa Juventus ada di hatinya setelah menandatangani kontrak jangka panjang yang baru.… Baca Selengkapnya
Bayer Leverkusen harus meraih kemenangan melawan Hamburger SV pada hari terakhir musim Bundesliga dan sekaligus… Baca Selengkapnya
Ben White dipastikan absen dalam pertandingan final Liga Champions UEFA melawan Paris Saint-Germain setelah dilaporkan… Baca Selengkapnya
Manajer RC Lens, Pierre Sage, berencana untuk menciptakan kejutan melawan juara Eropa Paris Saint-Germain dalam… Baca Selengkapnya
Cedera terbaru yang dialami Alphonso Davies telah memicu kekhawatiran yang signifikan di Bayern Munich, karena… Baca Selengkapnya