Dalam laga Liga Champions yang menegangkan, Atletico Madrid membiarkan peluang emas lepas dari genggaman mereka, hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 melawan Galatasaray yang membuat ambisi mereka untuk masuk delapan besar menjadi tidak pasti.
Skuad Diego Simeone kini berada di posisi kedelapan dengan 13 poin saat pertandingan hari Rabu berlangsung dan pertandingan terakhir pekan depan semakin dekat.
Kemenangan bisa membuat mereka menyamai posisi Real Madrid yang berada di urutan kedua, sehingga memperketat persaingan untuk memperebutkan tempat kualifikasi otomatis.
Pertandingan langsung memanas sejak awal, dengan Atleti mendominasi sejak tendangan awal. Julian Alvarez hampir memecah kebuntuan, melepaskan tembakan keras yang mengenai jala samping gawang.
Beberapa saat kemudian, Giovanni Simeone melompat paling tinggi untuk menyundul bola hasil umpan silang akurat dari Matteo Ruggeri di sayap kiri, memberikan keunggulan yang pantas bagi tim tamu dan membangkitkan harapan akan kemenangan tandang yang nyaman.
Namun, kelengahan melanda pada menit ke-20. Dalam sebuah kekeliruan yang aneh, bek kanan Marcos Llorente tanpa sengaja membelokkan umpan silang rendah Roland Sallai ke gawangnya sendiri.
Meskipun tidak menghadapi tekanan langsung di dalam kotak enam yard, gol bunuh diri tersebut memberi Galatasaray hasil imbang, mengubah momentum dan mengekspos kelemahan pertahanan Atleti.
Setelah mendapat semangat baru usai jeda, Atletico menyerang habis-habisan untuk mencari gol kemenangan tetapi menghadapi ketangguhan Ugurcan Cakir di gawang Galatasaray.
Tendangan jarak dekat Alvarez berhasil diblokir secara heroik, sementara umpan silang Giovanni Simeone yang menggoda di depan gawang nyaris tak mampu dijangkau oleh sepatu Alexander Sorloth yang terulur.
David Hancko memiliki peluang terbaik sekitar menit ke-60, namun Abdulkerim Bardakci berhasil menghalau upayanya dari garis gawang dalam kemelut di depan gawang.
Saat waktu terus berjalan, tendangan bebas melengkung Antoine Griezmann menguji kemampuan Cakir hingga batasnya, dan kiper tersebut melakukan penyelamatan ujung jari untuk mengalihkan bola ke samping tiang gawang.
Tekanan tanpa henti dari Atleti tidak membuahkan hasil, memaksa mereka menyesali peluang yang terbuang dalam hasil yang bisa berakibat fatal.
Di tempat lain, Qarabag memberikan kejutan luar biasa di Baku, mengalahkan Eintracht Frankfurt 3-2 dalam pertandingan yang menegangkan.
Impian tim Azerbaijan untuk lolos ke babak playoff semakin nyata berkat gol dramatis Bahlul Mustafazada di menit ke-94, yang mengakhiri laga seru yang membuat para penggemar tegang sepanjang pertandingan.
Kemenangan ini menempatkan Qarabag pada posisi yang menguntungkan menjelang babak final yang menentukan, menyoroti ketidakpastian kompetisi klub utama Eropa.
Dengan babak penyisihan grup yang mendekati puncaknya, Atletico harus segera bangkit untuk memastikan lolos ke babak selanjutnya, sementara tim-tim underdog seperti Qarabag terus menentang ekspektasi.
Hasil imbang tersebut menggarisbawahi betapa tipisnya perbedaan di Liga Champions, di mana satu kesalahan saja dapat menggagalkan bahkan tim yang paling tangguh sekalipun.
Saat Simeone merenungkan apa yang mungkin terjadi, fokus beralih ke pertandingan hidup-mati pekan depan, di mana setiap poin akan sangat berarti dalam perebutan kejayaan.

















