Sebagai tambahan yang signifikan untuk lini pertahanan mereka, RB Leipzig hampir menyelesaikan perekrutan bek tengah berbakat Stade Reims, Abdoul Koné, dalam kesepakatan transfer besar senilai €21 juta, termasuk bonus berdasarkan performa.
Pemain internasional Prancis U-21 berusia 20 tahun ini telah muncul sebagai salah satu talenta defensif paling cemerlang di Ligue 1, dan langkah ini menggarisbawahi ambisi Leipzig untuk memperkuat skuad mereka demi kesuksesan jangka panjang di Bundesliga dan kompetisi Eropa.
Lahir di Neuilly-sur-Seine, Prancis, pada 22 April 2005, Koné telah menjadi figur kunci bagi Reims sejak menembus tim utama.
Dengan postur tubuh yang tinggi, kemampuan duel udara yang kuat, dan ketenangan dalam mengontrol bola, ia telah tampil menonjol di Ligue 1 musim ini, berkontribusi pada catatan pertahanan Reims yang solid.
Kontraknya dengan Reims berlaku hingga 2029, tetapi klub tersebut dilaporkan bersedia melepasnya dengan harga yang tepat, setidaknya meminta €20 juta untuk mendanai investasi skuad mereka sendiri.
Fleksibilitas Koné sebagai bek tengah yang juga dapat beroperasi di posisi sayap telah membuatnya dibandingkan dengan bintang-bintang muda Prancis yang sedang naik daun, menjadikannya incaran banyak klub di bursa transfer.
Namun, para penggemar Red Bulls harus menunggu kedatangan Koné. Laporan menunjukkan bahwa bek muda itu akan tetap bersama Reims hingga akhir musim ini, membantu kampanye mereka di Ligue 1 sebelum pindah ke Saxony pada musim panas. Setelah bergabung dengan RB Leipzig,
Koné diperkirakan akan menandatangani kontrak jangka panjang hingga tahun 2031, memberikan stabilitas dan kedalaman pada lini pertahanan yang telah menghadapi tantangan tahun ini.
Kesepakatan ini terjadi di tengah minat dari klub-klub top lainnya, termasuk Bayer Leverkusen, yang tertarik untuk memperkuat lini pertahanan mereka sendiri tetapi tampaknya telah kalah dalam persaingan.
Selain itu, raksasa Italia Inter Milan baru-baru ini ikut serta dalam persaingan, mengincar Koné sebagai target senilai €20 juta untuk memperkuat skuad mereka.
Terlepas dari persaingan ini, pendekatan proaktif Leipzig, dengan memanfaatkan jaringan Red Bull dan kekuatan finansial mereka, telah memposisikan mereka sebagai yang terdepan, dengan kesepakatan prinsip telah tercapai antara kedua klub.
Transfer ini bisa jadi sangat tepat waktu bagi RB Leipzig, yang sedang menghadapi masalah cedera di lini pertahanan tengah mereka.
Pemain kunci seperti Castello Lukeba dan Lukas Klostermann absen, sehingga Willi Orban dan El Chadaille Bitshiabu menjadi pilihan utama yang cocok.
Meskipun keterlambatan kedatangan Koné berarti Leipzig mungkin akan mencari penguatan segera di jendela transfer Januari, perekrutannya merupakan investasi strategis pada pemain muda dan potensi.
RB Leipzig, yang saat ini berkompetisi di jajaran atas Bundesliga, memandang Koné sebagai pemain yang dapat berkembang bersama skuad dinamis mereka di bawah asuhan pelatih Marco Rose.
Klub ini memiliki sejarah mengembangkan talenta muda menjadi bintang, seperti yang terlihat pada pemain seperti Dayot Upamecano dan Josko Gvardiol di masa lalu.
Bagi Reims, berpisah dengan Koné akan terasa pahit, tetapi biaya transfer yang besar akan memungkinkan mereka untuk berinvestasi kembali pada skuad mereka saat mereka berupaya mendaki klasemen Ligue 1.
Karena negosiasi masih dalam tahap finalisasi, pengumuman resmi mungkin membutuhkan waktu karena jadwal transfer pasca-musim.
Meskipun demikian, langkah ini menyoroti pertukaran talenta yang terus berlangsung antara sepak bola Prancis dan Jerman, dengan Koné siap untuk menorehkan namanya di panggung Bundesliga.
Para penggemar sepak bola akan mengamati dengan saksama saat bek berbakat ini memulai babak baru dalam kariernya.

















