Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, mengakui ada “sesuatu yang kurang” dalam timnya setelah mereka ditahan imbang 1-1 oleh Burnley di Anfield, memperpanjang catatan performa mengecewakan bagi sang juara bertahan.
Hasil tersebut menandai hasil imbang liga keempat berturut-turut bagi Liverpool dan memicu cemoohan dari sebagian pendukung tuan rumah saat peluit akhir dibunyikan.
Liverpool unggul terlebih dahulu di babak pertama melalui Florian Wirtz, yang mencetak gol 10 menit setelah Dominik Szoboszlai gagal mengeksekusi penalti.
Namun, Marcus Edwards menyamakan kedudukan untuk Burnley setelah jeda, menghukum penurunan intensitas dari tim tuan rumah seiring berjalannya pertandingan.
Van Dijk mengatakan bahwa rasa frustrasi adalah perasaan yang dominan di ruang ganti, menunjuk pada masalah berulang yang terjadi di akhir pertandingan.
Ia mengakui bahwa Liverpool bermain ceroboh setelah menit ke-60 dan menekankan bahwa masalah tersebut telah dibahas sebelumnya, tetapi sekarang membutuhkan tindakan tegas dari para pemain dan staf.
Bek asal Belanda itu juga mengungkapkan kekecewaannya atas reaksi para pendukung, dengan mengatakan bahwa ia tidak suka dicemooh oleh penggemarnya sendiri.
Kesulitan Liverpool di Anfield semakin terlihat jelas dari kenyataan bahwa ini adalah musim pertama sejak 1980-81 di mana mereka gagal mengalahkan tim promosi mana pun di kandang. Mereka kini tertinggal tujuh poin dari Aston Villa yang berada di posisi ketiga, yang memiliki satu pertandingan lebih sedikit.
Perhatian dengan cepat beralih ke Eropa, dengan Liverpool menghadapi perjalanan berat Liga Champions ke Marseille pada hari Rabu.
Van Dijk memperingatkan tentang atmosfer yang penuh permusuhan dan memuji manajer Marseille, Roberto de Zerbi, dengan menggambarkan timnya sebagai tim yang sulit untuk dihadapi.
Liverpool saat ini berada di peringkat kesembilan klasemen Liga Champions, di luar delapan besar yang terhindar dari babak play-off tambahan.
Ada kabar positif bagi Liverpool dengan kembalinya Mohamed Salah setelah kiprah Mesir di Piala Afrika berakhir dengan kekalahan dari Nigeria di pertandingan perebutan tempat ketiga.
Van Dijk menyoroti pentingnya Salah di dalam dan di luar lapangan, dengan mengatakan bahwa kualitas sang penyerang dapat membantu Liverpool menemukan kembali performa kemenangan selama tahap penting musim ini.

















