Kylian Mbappé dijadwalkan menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait cedera lututnya, meskipun belum ada rencana operasi pada tahap ini.
Striker Real Madrid itu telah mengalami masalah yang memengaruhi ligamen eksternal lutut kirinya sejak akhir tahun 2025.
Pemain berusia 27 tahun itu berangkat ke Paris, didampingi oleh anggota staf medis klub, untuk menjalani tes tambahan.
Pernyataan dari perwakilannya mengkonfirmasi bahwa kunjungan tersebut dilakukan atas persetujuan Real Madrid untuk mengoptimalkan proses pemulihannya dan merencanakan kembalinya dia ke lapangan.
Mbappé absen pada leg kedua babak play-off Liga Champions melawan Benfica pekan lalu dan juga akan absen pada pertandingan La Liga melawan Getafe CF pada hari Senin.
Ketersediaannya untuk pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Manchester City pekan depan masih belum pasti.
Klub tersebut menekankan bahwa saat ini tidak ada intervensi bedah yang dipertimbangkan. Sebaliknya, fokusnya adalah pada pemantauan dan rehabilitasi yang cermat untuk memastikan sang penyerang kembali dalam kondisi fisik prima, bukan terburu-buru kembali bermain sebelum waktunya.
Pelatih Real Madrid, Álvaro Arbeloa, menggambarkan keputusan untuk mengistirahatkan Mbappé sebagai keputusan bersama. Ia mengatakan bahwa pemain, staf pelatih, dan tim medis sepakat bahwa yang terbaik baginya adalah berhenti sejenak dan pulih sepenuhnya sebelum kembali bermain dalam pertandingan kompetitif.
Mbappé tampil luar biasa musim ini, mencetak 38 gol dalam 33 penampilan sejak bergabung dengan klub Spanyol tersebut pada Juni 2024 setelah meninggalkan Paris Saint-Germain.
Meskipun belum ada kepastian mengenai jangka waktu kembalinya, Real Madrid tetap berharap masa istirahatnya tidak akan terlalu lama.
Sementara itu, tim tersebut mengalami kemunduran di menit-menit terakhir menjelang pertandingan La Liga melawan Getafe CF pada hari Senin, karena gelandang Eduardo Camavinga dipastikan absen karena masalah gigi darurat.
Masalah tak terduga itu memaksa pemain berusia 23 tahun itu mengunjungi dokter gigi pada akhir pekan, dan akhirnya ia tidak dimasukkan ke dalam skuad, mengganggu rencana manajer Alvaro Arbeloa pada tahap krusial perebutan gelar juara.
Absennya Camavinga merupakan pukulan telak bagi Madrid, yang sedang mengejar pemimpin klasemen FC Barcelona.
Dikenal karena keserbagunaan dan energinya di lini tengah, absennya pemain Prancis itu di menit-menit terakhir membuat Arbeloa perlu merombak susunan taktiknya karena tim tersebut berupaya mengamankan tiga poin penting.












