Mantan manajer Tottenham Hotspur, Tim Sherwood, melontarkan kritik keras terhadap manajer Spurs saat ini, Igor Tudor, menyusul serangkaian hasil buruk yang diraih klub tersebut.
Masa kepemimpinan Tudor di Tottenham Hotspur dimulai dengan bencana, dengan tim tersebut kalah dalam tiga pertandingan pertama di bawah kepemimpinannya dan tergelincir semakin dekat ke zona degradasi di Liga Premier.
Situasi Tottenham memburuk setelah kekalahan 2-1 dari Fulham dan kekalahan kandang 3-1 melawan Crystal Palace.
Sherwood yakin Tudor kewalahan dengan intensitas sepak bola Inggris, dan menyatakan bahwa manajer asal Kroasia itu kesulitan menyesuaikan diri dengan tuntutan liga tersebut.
Sherwood mengatakan Tudor tampak tidak siap menghadapi tantangan menjadi manajer di Inggris.
Menurutnya, sifat kompetitif Liga Premier mungkin telah mengejutkan sang manajer, dan menambahkan bahwa Tudor terkadang terlihat ragu-ragu di pinggir lapangan selama pertandingan.
“Saya rasa dia telah ditampar langsung oleh persaingan di Liga Premier. Ini tidak mudah. Ini adalah kompetisi yang berat. Dia terlihat bingung kadang-kadang di pinggir lapangan. Dia tidak tahu apa-apa tentang itu,” kata Sherwood.
Sherwood juga mengkritik perubahan pesan publik Tudor tentang situasi tim tersebut.
Sebelumnya, manajer Tottenham dengan percaya diri menyatakan bahwa klub akan tetap berada di kasta tertinggi musim depan, tetapi sejak itu ia menyuarakan kekhawatiran tentang kebugaran skuad, kekuatan serangan, kualitas lini tengah, dan stabilitas pertahanan.
Mantan pelatih Spurs itu berpendapat bahwa mengkritik pemain secara terbuka dapat merusak moral pada saat kepercayaan diri sudah rendah.
Sebaliknya, Sherwood percaya bahwa manajer baru harus fokus pada memotivasi skuad, menawarkan dukungan, dan memberikan instruksi taktis yang jelas untuk membantu para pemain mendapatkan kembali kepercayaan diri. Terlepas dari tekanan yang semakin meningkat, Tottenham diperkirakan akan tetap mempertahankan Tudor sebagai pelatih untuk saat ini.
Tim ini menghadapi jadwal yang sulit di depan, termasuk pertandingan babak 16 besar Liga Champions UEFA melawan Atlético Madrid dan perjalanan liga yang menantang ke Liverpool, sementara pertarungan penting untuk menghindari degradasi melawan Nottingham Forest dapat menjadi penentu dalam perjuangan mereka untuk tetap bertahan.













