Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) akan menarik dukungannya kepada Presiden FIFA Gianni Infantino menyusul kegagalan proposal kontroversialnya untuk menjual saham minoritas dalam kompetisi FIFA kepada investor swasta.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya penentangan dari badan-badan pengatur sepak bola di seluruh Eropa dan memperintensifkan tekanan pada Infantino menjelang pemilihan presiden FIFA tahun depan.
Keputusan ini menyusul ancaman UEFA untuk menempuh jalur hukum terkait rencana investasi yang dibatalkan. Pada saat yang sama, Asosiasi Sepak Bola Wales telah secara terbuka menarik dukungannya untuk pencalonan Infantino untuk masa jabatan keempat dan terakhirnya.
Sumber-sumber juga mengindikasikan bahwa Asosiasi Sepak Bola Skotlandia tetap sejalan dengan posisi UEFA, yang menandakan semakin besarnya hilangnya kepercayaan terhadap presiden FIFA.
Usulan Infantino bertujuan untuk mendirikan anak perusahaan komersial, FIFA Forward Enterprise (FFE), untuk mengelola kompetisi unggulan organisasi tersebut, termasuk Piala Dunia FIFA.
Berdasarkan rencana tersebut, investor swasta akan diizinkan untuk mengakuisisi saham minoritas yang tidak mengendalikan entitas baru tersebut.
FIFA juga dilaporkan menawarkan insentif keuangan hingga $40 juta kepada 211 asosiasi anggotanya sebagai imbalan atas dukungan mereka terhadap proposal tersebut.
UEFA kemudian mengambil sikap yang lebih agresif, secara resmi memperingatkan FIFA bahwa mereka sedang mempertimbangkan tindakan hukum, arbitrase, dan pengaduan regulasi terkait penanganan proposal tersebut.
Badan pengatur Eropa juga menuntut agar FIFA menyimpan semua dokumen, komunikasi elektronik, dan catatan yang terkait dengan rencana tersebut, termasuk email, pesan instan, notulen rapat, dan komunikasi yang melibatkan asosiasi anggota, sponsor, dan lembaga keuangan.
Kontroversi ini telah memicu seruan yang semakin meningkat untuk perubahan kepemimpinan FIFA. Wakil Presiden UEFA, Laura McAllister, menggambarkan proses tata kelola seputar proposal tersebut sebagai “mengerikan” dan mengatakan bahwa peristiwa ini harus menjadi katalisator untuk akuntabilitas yang lebih besar dalam sepak bola dunia.
Dia menyatakan harapan bahwa lebih banyak asosiasi anggota akan menarik dukungan mereka untuk Infantino sebelum pemilihan tahun depan.
Terlepas dari meningkatnya penentangan dari beberapa negara Eropa, termasuk Wales, Serbia, dan Finlandia, Infantino terus menikmati dukungan dari sejumlah asosiasi di luar Eropa, termasuk Qatar, Kuwait, Lebanon, dan Sri Lanka.
Sementara UEFA dan sekutunya terus berupaya menggalang dukungan yang cukup untuk pertemuan darurat Dewan FIFA yang dapat menantang kepemimpinannya, hasil dari perselisihan yang semakin membesar ini tetap tidak pasti karena sepak bola dunia bersiap untuk periode yang berpotensi menentukan dalam tata kelolanya.
