Kevin De Bruyne bersiap untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia keempatnya bersama Belgia, meskipun gelandang tersebut belum sepenuhnya bugar hanya beberapa hari sebelum pertandingan pembuka mereka.
Kampanye Belgia dimulai pada 15 Juni melawan Mesir, dengan pertandingan Grup G selanjutnya melawan Iran dan Selandia Baru pada musim panas ini.
Gelandang Napoli itu menyatakan keyakinannya bahwa ia akan kembali ke kondisi terbaiknya setelah pertandingan-pertandingan awal.
Dalam sebuah wawancara eksklusif, De Bruyne menyatakan bahwa meskipun situasinya menantang, ia berharap dapat mencapai kondisi fisik puncaknya sesegera mungkin.
Dia menambahkan bahwa dia merasa siap dan yakin bahwa setelah beberapa pertandingan dia akan kembali bugar dan sepenuhnya mendapatkan kembali performanya.
Belgia memiliki rekor yang kuat dalam melaju melewati babak penyisihan grup, setelah berhasil lolos dalam tujuh dari sembilan penampilan terakhir mereka di Piala Dunia.
Satu-satunya pengecualian terjadi pada tahun 1998 dan 2022. Konsistensi mereka di babak penyisihan grup juga sangat mengesankan: mereka hanya kalah satu kali dari 15 pertandingan terakhir mereka di fase turnamen ini (delapan kemenangan dan enam hasil imbang), dengan satu-satunya kekalahan adalah kekalahan 0-2 dari Maroko pada tahun 2022.
De Bruyne telah menjadi kekuatan kreatif kunci bagi negaranya, memberikan assist terbanyak bersama pemain lain untuk Belgia di Piala Dunia (empat, sama dengan Eden Hazard).
Namun, musim ini terganggu oleh cedera. Masalah hamstring memaksanya absen dalam 30 pertandingan untuk klub dan negara sepanjang musim 2025-2026.
Setelah menyelesaikan program rehabilitasinya di Belgia, gelandang tersebut yakin bahwa ia kini hampir pulih sepenuhnya.
Saat Belgia berupaya memulai Grup G dengan baik, pengalaman dan visi De Bruyne akan sangat penting.
Kembalinya dia secara bertahap ke performa terbaiknya bisa menjadi penentu bagi tim dalam upaya memperbaiki hasil buruk mereka di turnamen baru-baru ini dan melaju lebih jauh di kompetisi ini.
Para penggemar dan analis akan mengamati dengan saksama untuk melihat seberapa cepat sang playmaker dapat kembali menampilkan performa berpengaruh yang telah mendefinisikan karier internasionalnya.
